Buatlah puisi tentang ramadhan terakhir Hari ini ya...
Pertanyaan
Hari ini ya...
1 Jawaban
-
1. Jawaban nndinar1166
Puisi adalah salah satu jenis karya sastra berupa pikiran, perasaan dan pengalaman penyair yang bahasanya terikat dan penuh makna.
Berikut contoh puisi tentang Ramadan terakhir (termasuk puisi modern)
Meraih keberkahan, menuju kemenangan
Adakalanya suatu hal yang dirindu akan pergi
Pergi sementara dalam kurun waktu tertentu
Atau bahkan tak ada kesempatan lagi untuk kembali bertemu
Hanya dapat ku renungi dalam isak tangis yang berarti
Hanya dapat ku berharap kepada-Nya akan pengabdian diri ini
Sekiranya itulah yang dirasakan hati ini di penghujung bulan suci
Saat kau datang,
Kau disambut dengan suka cita oleh seluruh penjuru bumi
Bergemuruh rasa syukur atas kesempatan bertemu bulan ini
Apalah lagi selain bulan suci Ramadan?
Bulan suci yang ditunggu umat semesta alam
Namun kini kehangatanmu memudar
Bergegas kembali menuju peraduan
Beramai orang bermegah-megah merayakan hari selepasmu
Seolah mereka tak ingat akan tujuan kehadiranmu
Yakni membersihkan diri 'tuk menuju kemenangan
Meraih keberkahan dalam menjalankan kewajiban seorang mukmin
Tak tergantikan suasana pelukanmu, wahai bulan Ramadan!
Semoga ku dapat bertemu denganmu kembali
Di tahun yang akan datang
Pembahasan
Ciri-ciri puisi
1⟩ Bersifat konotatif; kata yang mengandung makna bukan sebenarnya (kiasan)
2⟩ Dibangun oleh dua unsur, unsur fisik dan dan unsur batin
.... Unsur fisik
- Majas dan diksi (pilihan kata),
- Kata konkret (kiasan atau lambang),
- Imaji atau citraan (membuat pembaca seolah-olah mengindra hal yang disampaikan penyair),
- Rima (persamaan bunyi), dan
- Tipografi (susunan baris yang khas atau bentuk fisik puisi).
.... Unsur batin →
- Tema (pokok persoalan),
- Perasaan (mewakili perasaan penyair),
- Nada dan suasana (sikap penyair dalam melukiskan karyanya. Misalnya menggurui, menasihati, dll), serta
- Amanat (pesan atau nilai yang ingin disampaikan).
- Bahasanya terikat dan rapi
- Berupa pikiran, perasaan, dan pengalaman penyair
Periodisasi puisi
Puisi lama: lahir pada tradisi lisan karena mendapat pengaruh dari pedagang Arab yang pernah berdagang ke wilayah Melayu (Indonesia).
Ciri-ciri puisi lama
- Memiliki ketetapan pola dalam jumlah baris, bait, dan suku kata.
- Memiliki Rima yang teratur.
- Menggunakan bahasa Melayu.
- Biasanya bertema istanasentris (berkaitan dengan istana).
- Anonim (tidak diketahui pengarang sebenarnya).
Puisi Baru: lahir pada angkatan pujangga baru dengan mendapat pengaruh dari negara yang pernah menduduki Nusantara. Contohnya; distikon, tarzina, kuatrain, sekten, septime, oktaf, dll.
Ciri-ciri puisi baru:
- Berbahasa Indonesia.
- Jumlah kata setiap bait tidak sama.
- Persajakan akhir (rima) lebih bervariasi.
- Bertema universal (kebangsaan, sosial, dll).
Puisi modern: lahir pada tahun 1945 (angkatan Chairil Anwar) dan lebih menekankan makna daripada bentuk.
Ciri-ciri puisi modern:
- Bentuknya bebas (tidak terikat jumlah baris dan bait).
- Bentuknya rapi (simetris).
- Tema puisi lebih bervariasi.
_________________
Pelajari lebih lanjut ↓
- Pengertian, struktur, dan contoh puisi → brainly.co.id/tugas/1441843
- Unsur-unsur puisi → brainly.co.id/tugas/1999845 dan brainly.co.id/tugas/2450415
- Contoh puisi tentang air → brainly.co.id/tugas/8678389
- Ciri-ciri puisi → brainly.co.id/tugas/939224
- Ciri-ciri puisi rakyat → brainly.co.id/tugas/230991
"""""""""""""""""""""""""""""
Detail Jawaban
- Mapel: Bahasa Indonesia
- Kelas: VIII {SMP}
- Materi: Bab VI - Puisi
- Kata Kunci: puisi modern, Ramadan
- Kode Soal: 1
- Kode Kategorisasi: 8.1.4
#TingkatkanPrestasimu