Sesuatu dianggap benar apabila secara logik atau matematis konsisten dan koheren dengan apa yang telah diakui sebagai benar atau sesuai dengan apa yang benar me
Matematika
yunidaamanda
Pertanyaan
Sesuatu dianggap benar apabila secara logik atau matematis konsisten dan koheren dengan apa yang telah diakui sebagai benar atau sesuai dengan apa yang benar menurut kepercayaan metafisik. Aksioma metafisik yang menyatakan bahwa 1+1=2 maka secara logika dapat dianggap benar. Namun demikian, didalam kebenaran ini juga tidak terlepas dari konsensus orang-orang yang terlibat di dalamnya. Misalnya, 1+1≠3, karena secara konsensus telah diterima demikian. Bagaimana pendapat saudari tentang hal ini?
1 Jawaban
-
1. Jawaban varlord
Kelas : X (1 SMA)
Pelajaran : Matematika
Kategori : Logika Matematika
Kata Kunci : Kebenaran Metafisik, Kebenaran Logika, Logical Truth
Kebenaran demikian disebut dengan KEBENARAN LOGIKA berdasarkan pendapat Julienne Ford yang ia tuliskan dalam bukunya yang berjudul Paradigms and Fairy Tales an Introduction to the Science of Meanings yang terbit pada tahun 1975.
Ford mengemukakan pemikirannya mengenai Kebenaran atau TRUTH yang ia beri simbol (T). Kebenaran ini bisa mengandung 4 makna yang berbeda dan oleh Ford dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan simbol T1, T2, T3 dan terakhir T4.
T1 mewakili kebenaran Metafisik.
T2 mewakili kebenaran Etik.
T3 mewakili kebenaran Logika.
T4 mewakili kebenaran empiris, disebut juga kebenaran ilmiah.
Adapun yang dimaksud pada soal adalah KEBENARAN LOGIKA atau LOGICAL TRUTH.
Logika sendiri berasal dari bahasa yunani kuno yakni LOGOS dengan makna hasil pertimbangan akal pikiran yang kemudian diutarakan atau disampaikan melalui kata dan dinyatakan melalui bahasa.
Logika adalah cabang ilmu pengetahuan filsafat dan sebagai ilmu, logika dikenal juga dengan istilah Logike Episteme yakni ilmu pengetahuan yang mempelajari hal hal seputar kecakapan manusia dalam berpikir lurus, tepat dan juga teratur. Oleh sebab itu, kata logika berubah menjadi logis dalam konteks untuk menjelaskan suatu kondisi yang bisa diterima oleh akal (masuk akal).
Kebenaran Logika ini menekankan pada kebenaran yang secara matematis konsisten serta koheren dengan apa apa yang sudah diakui sebagai sebuah kebenaran atau bisa juga yang sesuai dengan kebenaran metafisik. Kebenaran metafisik sendiri adalah paling dasar dan paling puncak dari segala macam kebenaran karena mesti diterima manusia apa adanya. Contoh kebenaran metafisik ini adalah mengenai keimanan.
Meski juga berdasar pada kebenaran konsensus atau kebenaran yang diterima bersama sama namun syarat mutlak dari kebenaran ini juga adalah harus logis atau matematis dengan nilai yang konsisten.
Dengan demikian, berdasarkan pemikiran Julianne Ford, apabila ada kebenaran konsensus yang tidak matematis atau logis maka tidak bisa digolongkan sebagai Logical Truth atau Kebenaran Logika. Karena syarat mutlaknya tak hanya sekedar diterima diakui sebagai kebenaran bersama namun juga harus logis atau harus diterima akal.