apa makna multiplier dalam permintaan agregat?
Ekonomi
cantikaadu17
Pertanyaan
apa makna multiplier dalam permintaan agregat?
1 Jawaban
-
1. Jawaban kevin3544
Teori Permintaan Agregat dalam Perekonomian TerbukaDalam bab sebelumnya telah dibahas teori Klasik tentang pasar barang yang menyatakan bahwa output atau income hanya ditentukan oleh faktor ril dan tidak bisa dipengaruhi oleh pemerintah melalui rekayasa permintaan, seperti pengeluaran pemerintah, pengeluaran konsumsi masyarakat, investasi, ataupun supply uang. Pada bab 5 ini kita akan lihat teori makro Keynes sebagai lanjutan dari uraian sebelumnya pada bab 4. Keynes menyatakan bahwa output dapat dipengaruhi oleh pengeluaran aggregate (aggregate sepending) dan pengeluaran aggregate itu sendiri dapat dipengaruhi oleh kebijaksanaan pemerintah. Output dan pengeluaran agregat dapat saling mempengaruhi secara timbal balik. Semakin tinggi output atau income maka semakin tinggi pula pengeluaran atau belanja agregat sehingga permintaan aggregate akan semakin tinggi pula. Sebaliknya bila pengeluaran aggregate tinggi (artinya aggregate demand juga tinggi) maka output juga tinggi sebagai respon dari produsen yang menaikan output untuk memenuhi permintaan aggregate. Output yang tinggi akan mengakibatkan income juga tinggi.Tingginya income tidak lain berarti tinginya pertumbuhan ekonomi, sesuatu yang diharapkan oleh setiap orang termasuk pengambil kebijakan (pemerintah) karena akan mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat. Pertanyaannya adalah bagaimana mekanisme aggregate demand dalam menentukan output atau income tersebut?Dalam bab ini kita akan pelajari lebih lanjut tentang aggregate demand menurut teori Keynesian, yaitu hubungan antara Agregate Demand (pengeluaran aggregate) dengan pendapatan atau output. Komponen aggregate demand tersebut, seperti yang telah disingung pada bab 2, adalah yaitu konsumsi (C), investasi (I), pengeluaran pemerintah (G) dan perdagangan luar negeri (NX). Keempat komponen ini merupakan faktor yang menentukan besarnya output atau income. Dalam bentuk persamaan dapat ditulis sebagai berikut:AD = C + I + G + NX (5.1)Dalam keadaan seimbang (equilibrium) maka AD harus sama dengan income atau output:AD = Y = C + I + G + NXBila salah satu komponen aggregate demand berubah maka akan terjadi suatu ketidak seimbangan. Misalnya, pengeluaran agregat yang direncanakan lebih besar dari output maka akan terjadi kekurangan output atau produksi, sebaliknya bila rencana pengeluaran agregat lebih kecil dari output maka akan terjadi kelebihan produksi sehingga persediaan barang (inventory) akan menumpuk. Pada periode berikutnya produsen akan melakukan penyesuaian dengan menambah atau mengurangi output sesuai dengan permintaan agregat. Pada akhirnya akan keseimbangan akan kembali terjadi. Pertumbuhan ekonomi pada pokoknya adalah pergerakan titik keseimbangan dari satu titik ke titik yang lain yang lebih tinggi. Dan sebelum titik keseimbangan tercapai selalu terjadi proses ketidak seimbangan menuju titik keseimbangan yang baru dan lebih tinggi atau lebih rendah dari titik sebelumnya.