Jelaskan latar belakang konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, Asia Selatan, dan Asia Tenggara berdasarkan Geografis dan Geopolitik ketiga kawasan terseb
Sejarah
toerybuyenk
Pertanyaan
Jelaskan latar belakang konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, Asia Selatan, dan Asia Tenggara berdasarkan Geografis dan Geopolitik ketiga kawasan tersebut
1 Jawaban
-
1. Jawaban antordwi
-Kawasan Timur Tengah merupakan kawasan yang kaya akan sumber daya energi, terutama minyak. Kekayaan sumber daya tersebut menyebabkan posisi Timur Tengah menjadi penting bagi geopolitik dan geostrategi negara-negara lain. Timur Tengah sendiri merupakan kawasan yang tidak stabil dari segi politik. Kerap terjadi pergolakan politik antarnegara di kawasan tersebut, terlebih karena adanya perbedaan pandangan dalam pemerintahan masing-masing. Selain itu, campur tangan negara lain, contohnya Amerika, dianggap tidak bisa menjamin adanya stabilitas di Timur Tengah. Situasi politik di Timur Tengah semakin memanas paska peristiwa 9/11 dimana Timur Tengah dianggap sebagai pusat aktivis gerakan terorisme.Geopolitik Timur Tengah secara garis besar muncul karena adanya doktrin demokrasi dari Amerika (Gerecth, 2008). Negara-negara di Timur Tengah berusaha untuk mematahkan dominasi Amerika di kawasan tersebut. Sebagai contoh adalah yang terjadi di Saudi Arabia dengan alasan untuk mempertahankan eksistensi Islam di kawasan tersebut. Berbeda dengan yang terjadi di Syiria dan Lebanon. Kedua negara tersebut memiliki sentimen tersendiri terhadap Amerika yang kemudian mendorong keduanya untuk beraliansi dalam mengusir Amerika dari campur tangannya di Timur Tengah. Selain itu, geopolitik Timur Tengah juga berkaitan dengan migrasi kaum Yahudi dari Israel ke Palestina. Masuknya kaum Yahudi ke Palestina menyebabkan konflik tersendiri dimana kaum Yahudi yang menduduki Palestina berusaha untuk mengusir masyarakat Palestina dari wilayahnya sendiri. Hal tersebut mendorong konflik, yang sudah pernah terjadi sebelumnya antara Israel dan Palestina, untuk terjadi kembali.
-Geopolitik Asia Selatan tidak terlepas dari pengaruh tiga negara besar, yaitu Uni Soviet, Amerika, dan Cina. Pada tahun 1950-an, terjadi perpecahan dua aliansi komunis terbesar, yaitu Uni Soviet dan Cina, akibat adanya perbedaan pandangan dalam komunisme yang dianut oleh masing-masing dan usaha Cina untuk mendominasi Uni Soviet. Perpecahan ini berpengaruh terhadap hubungan keduanya dengan negara-negara di Asia Selatan, khususnya India. India pada saat itu lebih memihak pada Uni Soviet dan kemudian keduanya bekerja sama dalam menghentikan dominasi Cina di Asia, terutama Asia Selatan. Dalam hal ini, Uni Soviet menggunakan India sebagai tameng atas pengaruhnya di negara-negara di kawasan Asia. Di sisi lain, kepentingan Amerika di Asia Selatan pada dasarnya adalah untuk membendung komunisme yang disebarkan oleh Uni Soviet dan Cina di kawasan tersebut. Salah satu cara yang dilakukan oleh Amerika untuk masuk ke Asia Selatan adalah dengan memberikan bantuan persenjataan pada Pakistan yang saat itu sedang berkonflik dengan India. Hubungan kerjasama yang berawal dari persenjataan tersebut kemudian berlanjut hingga terbentuknya SEATO dan CENTO. Pada tahun 1954, Pakistan menandatangani sebuah perjanjian dengan bantuan militer Amerika dan kemudian bergabung dengan SEATO dan CENTO (Chapman, 2009). Hal tersebut kemudian memancing respon India dalam menolak adanya SEATO dan CENTO, terlebih karena India dan Pakistan sempat berkonflik masalah Kashmir. Selain Amerika dan Uni Soviet, Cina juga berpengaruh terhadap geopolitik Asia Selatan, terlebih karena konfliknya dengan India mengenai perbatasan wilayah. Pada tahun 1962, terjadi konfrontasi antara Cina dan India mengenai Northeast Frontier Agency (sekarang Arunachal Pradesh) dan salah satu provinsi di Cina yaitu Tibet (Chapman, 2009). Cina juga melakukan klaim atas wilayah Ladakh yang menyebabkan hubungan kedua negaranya semakin memanas. Adanya intervensi ketiga negara hegemon tersebut yang kemudian berpengaruh terhadap geopolitik Asia Selatan, baik secara regional maupun secara individu.Dalam konteks internasional, Asia Selatan dapat dipandang dari dua perspektif berbeda. Menurut perspektif induktif, Asia Selatan merupakan wilayah geopolitik yang independen dan ditempatkan secara strategis sebagai salah satu rim-land yang berada di tengah Eurasian heartland. Sedangkan menurut perspektif deduktif, geopolitik Asia Selatan dapat dijelaskan melalui interconnected web sehingga bisa saja terjadi perubahan di dalam konteks internasional dari segi Asia Selatan sendiri. Konflik geografi merupakan hal yang masih erat kaitannya dengan Asia Selatan, terutama konflik wilayah Kashmir. Selain itu, perpecahan antara India dan Pakistan juga menyebabkan struktur demografi tersendiri. Keduanya berbatasan secara wilayah, akan tetapi memiliki keyakinan yang jauh berbeda, yaitu India yang semakin kental dengan Hindu, dan Pakistan yang semakin menguatkan agama Islam di negaranya.