Fisika

Pertanyaan

jelaskan bentuk sayap burung

1 Jawaban

  • berbeda, tapi apa yang membedakannya? Bentuk sayap burung memengaruhi aerodinamika ketika terbang sehingga dengan bentuk yang berbeda, cara terbang burung juga berbeda. Sebagai alat terbang, sayap adalah pengangkat beban seluruh tubuh burung, sehingga ada pengukuran untuk mengetahui karakteristik sayap itu. Konsep pengukurannya adalah berapa gram tubuh burung yang harus bisa diangkat oleh tiap sentimeter persegi luas sayap, dikenal sebagai wing loading (g/cm2). Untuk ukuran sayap juga terdapat perbandingan antara panjang dan lebarnya yang disebut aspect ratio.

    Bentuk sayap burung dengan gaya terbang yang berbeda, seperti pada (a) albatros dengan sayap sempit dan panjang untuk bisa tetap soaring pada arus angin kencang; (b) ayam dengan sayap pendek dan besar untuk bisa tinggal landas seketika itu juga; (c) alap-alap dengan sayap sempit dan meruncing seperti sabit untuk terbang cepat di habitat terbuka; (d) elang-alap dengan sayap lebar dan menjari untuk memudahkan kontrol ketika soaring (sumber: Ornithology 2007).
    Gambar 1. Bentuk sayap burung dengan gaya terbang yang berbeda, seperti pada (a) albatros dengan sayap sempit dan panjang untuk bisa tetap soaring pada arus angin kencang; (b) ayam dengan sayap pendek dan besar untuk bisa tinggal landas seketika itu juga; (c) alap-alap dengan sayap sempit dan meruncing seperti sabit untuk terbang cepat di habitat terbuka; (d) elang-alap dengan sayap lebar dan menjari untuk memudahkan kontrol ketika soaring (sumber: Ornithology 2007).

    Konsep dari wing loading adalah semakin kecil luas sayap relatif terhadap tubuh burung, maka semakin besar beban sayap untuk bisa mengangkat burung dari tanah alias terbang. Kita ambil contoh pada burung titihan (Podiceps) yang memiliki sayap kecil dan ramping. Burung seperti titihan memiliki wing loading yang besar akibat sayapnya yang kecil, sehingga akan kesulitan setiap kali akan lepas landas. Burung air seperti ini biasanya akan berlari dulu sambil mengepakkan sayap sebelum kemudian bisa terbang. Untuk kontrasnya, kita lihat kasus pada elang (Aquila) di mana burung ini memiliki wing loading yang kecil. Mengapa? Karena sayap elang besar dan lebar dibandingkan tubuhnya sehingga beban sayap untuk mengangkat tubuhnya kecil. Akibatnya, elang memanfaatkan gaya terbang melayang (soaring) untuk menghemat energi dibanding harus mengepakkan sayap besarnya berulang kali.

    Perbandingan sayap dengan aspect ratio rendah (kiri, Pithecophaga jefferyi) dan aspect ratio tinggi (kanan, Aquila chrysaetos) pada dua spesies elang yang tinggal di habitat berbeda (sumber: (kiri) Rob Hutchinson; (kanan) William Hull).
    Gambar 2. Perbandingan sayap dengan aspect ratio rendah (kiri, Pithecophaga jefferyi) dan aspect ratio tinggi (kanan, Aquila chrysaetos) pada dua spesies elang yang tinggal di habitat berbeda (sumber: (kiri) Rob Hutchinson; (kanan) William Hull).

    Berdasarkan aspect ratio, sayap yang panjang dan sempit—seperti pada albatros, alap-alap, dan layang-layang—memiliki nilai aspect ratio tinggi. Dengan demikian, ukuran sayap seperti itu dapat mengoptimalkan tempat terbuka dan gaya terbang cepat karena hambatan udara yang dialami sangat kecil. Namun, sayap yang panjang dan sempit tidak memiliki kemampuan manuver yang baik. Oleh karena itu, sayap alap-alap dan layang-layang bentuknya meruncing atau seperti sabit, berbeda dengan albatros, untuk meningkatkan aerodinamis ketika terbang. Sayap dengan aspect ratio rendah dapat kita lihat pada burung-burung yang hidup di dalam habitat tertutup atau banyak terdapat vegetasi. Sayap tipe ini umumnya pendek dan lebar untuk memungkinkan tinggal landas secara instan dari tempat itu juga, seperti ayam. Sayap dengan aspect ratio rendah memungkinkan burung untuk bermanuver ketika terbang di dalam padatnya vegetasi. Elang yang hidup di dalam hutan memiliki sayap yang berbeda dengan elang yang berburu di tempat terbuka. Bahkan untuk spesies elang terbesar seperti elang harpi (Harpia harpyja) atau elang filipina (Pithecophaga jefferyi) memiliki sayap yang pendek dan lebar karena mereka hidup di dalam lebatnya hutan hujan tropis, tidak seperti kerabatnya elang emas (Aquila chrysaetos) atau elang-laut (Haliaeetus) yang berburu di tempat terbuka sehingga memiliki sayap panjang dan lebar.

Pertanyaan Lainnya