Fisika

Pertanyaan

Hubungan sifat kekerasan material

1 Jawaban

  • Pengujian kekerasan dengan metode Rockwell merupakan yang paling banyak dilakukan. Ini dikarenakan pengujiannya yang sederhana dan tidak memerlukan kemampuan khusus dalam pengoperasiannya. Beberapa skala yang berbeda dihasilkan dari penggunaan variasi indentor dan tingkat pembebabanan yang berbeda. Indentor yang digunakan dalam pengujian ini ada dua yaitu kerucut berbahan intan dan bola baja yang dikeraskan dengan ukuran 1/16, 1/8, ¼, dan ½ inci dan sebuah indentor berlian untuk material yang lebih keras.

    Cara pengujian kekerasan dengan menggunakan metode Rockwell dilakukan dengan dua kali pembebanan yaitu dengan beban minor terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan beban mayor. Penggunaan beban minor ditujukan untuk memperbesar akurasi pengukuran. Metode Rockwell sendiri terdiri atas dua yaitu Pengujian Rockwell dan Superficial Rockwell. Pengujian Rockwell dilakukan dengan cara memberikan beban minor sebesar 10 kg dilanjutkan dengan memberikan beban mayor dengan variasi pembebanan sebesar 60, 100, dan 150 kg dan diikuti dengan alfabet. Sedangkan superficial Rockwell menggunakan beban minor sebesar 3 kg dengan variasi pembebaban mayor sebesar 15, 30, dan 45 kg diikuti dengan alphabet N, T, W, X, dan Y . Hasil dari pembebanan ditampilkan dengan menggunakan skala HR diikuti dengan identifikasi skala. Misalnya adalah 80 HRB, itu artinya kekerasan Rockwell sebesar 80 pada skala B.

    Pengujian kekerasan ini memiliki skala dengan kisaran 20-100. Hal ini merupakan sebuah kelemahan dari pengujian ini karena terdapat benda dengan kekerasan mencapai angka 130 dan bahkan kurang dari 20. Apalagi jika benda uji yang digunakan terlalu tipis maka akan mempengaruhi hasil pengukuran.


    Metode Pengujian Kekerasan dengan Rockwell
    Berbagai Aplikasi Kekerasan
    Tabel Skala pada pengujian dengan Metode Rockwell dan Superficial Rockwell
    Brinnel Hardness Test

    Pengujian kekerasan dengan metode Brinnel menggunakan indentor berbentuk bola dengan diameter 10 mm dan terbuat dari baja yang dikeraskan maupun Tungsten Karbida (WC). Tekanan yang diberikan selama pengujian berkisar antara 500-3000 kg dengan kenaikan pembebanan sebesar 500 kg. selama pengujian, indentor ditahan selama 10 hingga 30 detik pada permukaan benda uji. Hasil pengukuran indentasi diterjemahkan kedalam skala HB. Hasil indentasi dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop rendah daya yang menggunakan skala di bagian lensa mata. Pengukuran menggunakan metode Brinnel hanya memakai satu variasi pembebanan saja, tidak seperti Rockwell. Dalam melakukan pengujian, ketebalan dari sepesimen juga harus diperhatikan serta jangan sampai menekannya di daerah pinngir dari benda uji (tekan di tengah- tengah benda uji).


    pengujian Kekerasan dengan Brinell
    Gambar : http://practicalmaintenance.net/

    Rumus Untuk Menentukan indeks HBN
    Knoop and Vickers Microhardness Test

    Dua uji kekerasan lainnya adalah dengan menggunakan metode Knoop dan Vickers. Di dalam pengujian, digunakan indentor piramida intan dengan besar sudut antar permukaan piramida intan yang saling berhadapan adalah 136 derajat . Beban yang dikenakan pada pengujian ini lebih kecil dari sebelumnya yaitu di rentang 1-1000 gram saja. Hasil dari pengujian kemudian diamati dibawah mikroskop dan dikonversikan kedalam skala kekerasan. Perbedaan dari metode sebelumnya adalah pada pengujian ini specimen harus terlebih dahulu dihaluskan dan dipoles untuk mendapatkan akurasi yang baik. skala kekerasan di pengujian ini dinyatakan dengan notasi HK dan HV dan cara pengukuran dari kedua metode ini juga hampir sama. Metode Knoop dan Vickers ditujukan untuk benda uji berukuran kecil. Perbedaannya ada pada penggunaannya yaitu metode Knoop digunakan untuk pengujian material getas seperti keramik.

Pertanyaan Lainnya