IPS

Pertanyaan

jelaskan pembagian,zaman praksara menurut geologis dan arkeologi

2 Jawaban

  • *) Berdasarkan Geologi
    ♦Arkaikum
    - berlangsung kira-kira 2500 juta tahun yg lalu
    - kulit bumi masih panas
    - tidak ada kehidupan
    ♦Paleozoikum
    - berlangsung selama 340 juta tahun
    - mahluk hidup yg muncul : mikroorganisme, ikan, ampibi, dan binatang yg tidak bertulang punggung
    - dibagi menjadi lima tahap : cambrium, silur, devon, carbon, perm.
    ♦Mesozoikum
    - berlangsung antara 251-65 juta tahun yg lalu
    - disebut juga zaman reptil
    - zaman ini terbagi menjadi tiga : trias, jura, calcium.
    ♦Neozoikum
    - berlangsung sekitar 60 juta tahun
    - zaman ini dibagi menjadi dua : zaman tersier dan zaman kuarter
    *) Berdasarkan Arkeologi
    - zaman batu : zaman batu tua (paleolitikum), zaman batu madya/tengah (mesolitikum), zaman batu muda/baru (Neolitikum), zaman batu besar (megalitikum)
    - zaman logam : zaman tembaga, zaman perunggu, zaman besi.
    Semoga bermanfaat :).
  • a.Berdasarkan Geologi
    1.Arkaekum
    - berlangsung kira-kira 2500 juta tahun yg lalu
    - kulit bumi masih panas
    - tidak ada kehidupan
    2.Paleozoikum
    - berlangsung selama 340 juta tahun
    - mahluk hidup yg muncul : mikroorganisme, ikan, ampibi, dan binatang yg tidak bertulang punggung
    - dibagi menjadi lima tahap : cambrium, silur, devon, carbon, perm.
    3.Mesozoikum
    - berlangsung antara 251-65 juta tahun yg lalu
    - disebut juga zaman reptil
    - zaman ini terbagi menjadi tiga : trias, jura, calcium.
    4.Neozoikum
    - berlangsung sekitar 60 juta tahun
    - zaman ini dibagi menjadi dua : zaman tersier dan zaman kuarter b.Berdasarkan Arkeologi
    1.Zaman Batu   
    1. Zaman batu tua (palaeolithicum) Pada zaman ini memiliki ciri-ciri khusus, yaitu:
    Peralatan terbuat dari batu atau tulang yang masih kasar.Jenis alat yang dipergunakan adalah kapak genggam, kapak perimbas dan alat serpih.Manusia hidup mencari makan dengan meramu dan berburu.Bertempat tinggal secara nomaden (berpindah-pindah).Belum mengenal seni.
    Untuk mengetahui tempat peninggalan zaman batu tua dan pembahasannya baca selengkapnya di : Peninggalan purba kebudayaan Pacitan dan Ngandong
    2. Zaman batu madya (mesolithicum) Zaman batu madya (mesolithicum) memiliki ciri-ciri khusus yang hampir sama dengan zaman palaeolithicum. Namun, ada beberapa tambahan sebagai berikut:
    Ditemukan Kjokkenmoddinger, yaitu: bukit-bukit karang hasil sampah dapur.Ditemukan Abris Sous Roche, yaiu gua-gua sebagai tempat tinggal.Manusia zaman ini sudah mengenal seni yang berupa lukisan pada dinding gua. Lukisan ini berbentuk cap tangan dan babi hutan.Alat yang digunakan disebut peble atau kapak Sumatera.Sudah mulai mengenal kepercayaan. 3. Zaman batu muda (neolithicum) Zaman ini merupakan revolusi pada masa prasejarah. Telah terjadi perubahan yang mendasar pada corak kehidupan dan cara bertempat tinggal maupun peralatan hidupnya. Zaman ini telah mengenal hasil-hasil kebudayaan sebagai berikut:
    Peralatan sudah dihaluskan bahkan diberi tangkai.Jenis alat yang diguakan adalah kapak persegi dan lonjong.Pakaiannya terbuat dari kulit kayu. Perhiasannya terbuat dari batu dan manik-manik.Telah bertempat tinggal menetap/sedenter.Telah memiliki kemampuan bercocok tanam.Telah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. 4. Zaman batu besar (megalithicum) Disebut zaman batu besar karena hasil-hasil kebudayaan umumnya terbuat dari batu dalam ukuran besar. Adapun hasil-hasil kebudayaan zaman ini adalah benda-benda berikut:
    Menhir: yaitu suatu tugu yang terbuat dari batu besar. Biasanya menhir ini digunakan untuk tempat memuja arwah leluhur.Dolmen: yaitu meja batu yang digunakan untuk meletakkan sesaji.Kubur batu: yaitu tempat menyimpan mayat. Kubur batu ini berbentuk persegi panjang, dan terbuat dari lempengan-lempengan batu.Waruga: adalah kubur batu yang berbentuk kubus.Sarkofagus: adalah kubur batu yang berbentuk lesung.  Sarkofagus terbuat dari satu batu.Punden berundak: merupakan suatu bangunan yang terbuat dari batu. Batu-batu itu di susun berundak-undak atau bertingkat. 1. Zaman perunggu Disebut zaman perunggu karena pada zaman ini dihasilkan perlatan kehidupan yang dibuat dari perunggu. Peralatan itu dibuat dengan 2 macam teknik. Ada yang dibuat dengan teknik cetak hilang (a cire perdue) dan ada yang dibuat dengan cetak ulang (bivalve). Peralatan kehidupan yang dibuat dari bahan perunggu ini meliputi: Nekara, Moko, Kapak corong, Arca perunggu, Bejana perunggu dan Perhiasan perunggu. a. Nekara Nekara adalah genderang besar yang terbuat dari perunggu. Biasanya digunakan sebagai alat upacara untuk mengundang hujan. Nekara terbesar ditemukan di Bali. Sekarang nekara tersebut disimpan di Pura Besakih. Nekara ini disebut The Moon of Pejeng. b. Moko Moko merupakan genderang kecil terbuat dari perunggu. Biasanya digunakan sebagai alat upacara keagamaan atau sebagai mas kawin.
    2. Zaman tembaga Indonesia tidak mengalami zaman tembaga. Hal ini dibuktikan dengan tidak ditemukannya peninggalan-peninggalan benda tembaga purba di Indonesia. Setelah zaman perunggu, bangsa Indonesia langsung memasuki zaman besi.
    3. Zaman besi Kebudayaan besi banyak menghasilkan benda berupa peralatan hidup dan senjata. Senjata-senjata yang dihasilkan pada zaman besi ini adalah tombak, mata panah, cangkul, sabit dan mata bajak. Benda peninggalan zaman besi ini diperkirakan cukup banyak, tetapi tidak banyak ditemukan, karena sifat benda ini  yang mudah berkarat. Banyaknya benda peninggalan sejarah di atas menunjukkan bahwa nenek moyang kita sebagai bangsa yang memiliki daya kreativitas tinggi.
    Semoga bermanfaat


Pertanyaan Lainnya