B. Indonesia

Pertanyaan

tolong ya minimal 100-200 kata
tolong ya minimal 100-200 kata

1 Jawaban

  • Jimin pov

    Semua mata mengarah padaku, menatapku dalam - dalam seakan ingin menelanku. Namun kuabaikan semua tatapan aneh itu seperti angin yang berlalu.

    Huft~ malam ini cuaca sangat dingin, berbeda dari malam sebelumnya.

    Tentu saja, karena ini malam pertama turunnya salju.
    Hal yang selalu ampuh membuatku rela membuka mataku semalaman demi menyaksikan indahnya
    kepingan salju.

    Seandainya Jungkook berada disampingku saat ini, menatap kearah langit malam dengan saling menghangati satu
    sama lain.

    "Sebenarnya apa yang dia lakukan saat ini eoh?"

    Mengingat bahwa sudah hampir dua hari Jungkook tak muncul dihadapanku membuatku secara tak sadar mengerucutkan bibirku sebal.

    Namun disaat yang bersamaan tiba - tiba sekumpulan pria berjas elite mendekati mejaku dengan wajah angkuh yang terkesan tampan diatas rata - rata—walau begitu tetap saja Jungkook adikku yang lebih tampan dimataku.

    "Kau yang bernama Jeon Jimin?"

    Tanya salah satu dari mereka langsung pada intinya.

    Aku yang memang pada dasarnya tak tahu dan tak mau tahu apa yang akan terjadi hanya dapat menganggukkan kepalaku malas untuk merespon.

    "Ck, kau sama tidak sopannya seperti si Jeon itu"

    Mendengar kata 'Jeon' membuatku yang awalnya tak peduli menjadi mengalihkan pandangannya antusias ke kumpulan pria asing itu.

    "Kalian siapa?"

    Tanyaku pada akhirnya.

    Salah satu dari mereka yang berwajah manis mendekat ke arahku dan menaikkan dagu lancipku dengan satu jarinya agar melihat ke arahnya.

    "Kau tak perlu tahu siapa kami, cukup kami yang tahu siapa kau"

    Singkat, padat, jelas, dan terkesan dingin. Ck, palingan mereka hanya lah pembohong ulung yang mencoba menipuku dengan image sok cool mereka.

    Menit kemudian semuanya gelap, membuatku seakan - akan
    melupakan kejadian barusan.

    Jimin pov end

    ***

    "Tanda tangani kontrak yang kuberikan, lalu kakakmu selamat Jeon"

    Pusing menyerang kepala laki - laki yang saat ini tengah terikat sempurna dengan kedua mata yang tertutup oleh kain

    Terdengar geraman kesal disebrang telepon.

    Licik, pria asing yang saat ini sedang berkomunikasi dengan Jungkook sangat lah licik.

    Hei, kontrak yang dia maksud adalah kontrak perjanjian dimana semua proyek yang dibangun Jungkook akan diambil alih olehnya.

    "Baiklah jika itu maumu--"

    Pria asing itu yang sengaja me- loudspeaker handphonenya
    mengeluarkan smirk nya saat melihat Jimin berontak dalam ikatannya.

    Setetes air mata jatuh dari kedua mata sipit itu, bodoh. Ia merutuki kebodohannya yang nekat pergi ke luar malam - malam disaat dirinya tengah menjadi incaran pria licik itu.

    Namun jam - jam berikutnya air mata itu kandas, habis tak
    tersisa saat melihat Jungkook yang datang tiba - tiba dengan sekelompok bodyguard nya.

    Pertumpahan darah pun terjadi, Jimin yang dasarnya takut
    darah hanya dapat memejamkan matanya berharap ini cepat selesai.

    ***

    Pelukan sayang Jungkook menyadarkannya akan perlindungan dari sang adik.

    Ck, semenjak orang tuanya meninggal Jungkook lah yang mengurus dan melindunginya.

    Sial, lalu apa gunanya ia menjadi seorang kakak dikeluarga
    jeon?

    Entahlah, yang ia pikirkan saat ini hanya lah kebebasan.

    "Jangan takut, tak akan ada lagi yang menggagumu hyung"